Bupati Malaka Jadi Operator Mesin Panen Jagung

Betun – Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran menjadi operator mesin panen jagung di Demplot Atokama, Desa Bakiruk, Kecamatan Malaka Tengah, Kamis (4/10).

Seperti disaksikan, setelah beberapa saat dirinya bersama Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Malaka melihat proses panen dengan menggunakan mesin, Bupati Malaka menghampiri operator dan meminta untuk menjadi “sopir”.

Pencetus RPM itu menjadi sopir kurang lebih 30 menit dan memanen jagung seluas 5-10 are.

Kepada wartawan usai menjadi operator, dirinya mengungkapkan bahwa luar biasa dan dirinya sangat bangga ketika menjadi operator untuk memanen jagung.

“Saya dapat laporan dari Kadis Pertanian bahwa kalau panen secara manual menggunakan tenaga manusia, waktunya bisa sampai 1 minggu. Tetapi jika menggunakan alat ini, lahan seluas 1 hektare bisa dipanen hanya dengan durasi waktu 2-3 jam. Ini yang harus dibanggakan,” ungkapnya.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur ini pun mengaku jikalau bukan program RPM, pasti mesin seperti ini dan bantuan peralatan lainnya sangat sulit didatangkan.

“Tetapi para wartawan lihat sendiri, bagaimana perhatian yang begitu besar dari pemerintah pusat dengan memberikan peralatan seperti traktor dan peralatan lainnya untuk mendukung RPM. Jadi wartakanlah kepada publik bahwa RPM itu sangat membantu dan masyarakat pun sudah menikmatinya ,” ujarnya penuh semangat.

Bupati Stef Bria Seran pun mengemukakan di negara-negara makmur seperti Eropa, orang memanfaatkan tekhnologi pertanian yang modern untuk mengolah lahannya. Tekhnik-tekhnik pertanian dengan menggunakan mesin menjadi kebutuhan yang sangat urgent. Sehingga hasil pertaniannya melimpah.

“Kita pun harus bisa belajar dari negara-negara itu, kemudian menerapkannya di daerah kita. Karena melalui hasil pertanian, rakyat akan makmur dan sejahtera,” katanya lagi. (Herryklau/kominfo malaka)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *